Update post lama tentang self publishing ah…. tulisan ini saya buat ketika membaca beberapa teman blog membuat buku melalui self publishing ini. Jadi kepikir apa sih sebenarnya dan kenapa penerbit idependen bisa sukses?
Apa itu Self Publishing?
Dari Wikipedia, self publishing adalah penerbitan buku atau media lain oleh seorang penulis tanpa keterlibatan pihak ketiga yang sudah mapan. Dalam hal ini, penulis bertanggung jawab atas isi, pendistribusian, penjualan, pemasaran dan kegiatan lainnya terkait dalam menjual buku tersebut.
Kenapa sekarang ini self publishing ini banyak dicari? Karena kemudahan proses menerbitkan sebuah buku yang bisa dilakukan dalam hitungan minggu. Bandingkan dengan prosedur yang perlu dipatuhi oleh penulis dan memakan waktu hingga berbulan-bulan, minimal 3 bulan hingga buku siap tayang.
Untuk lebih memahami seperti apa sih self publishing ini, saya kutip dari website nulisbuku.com (bukan promo) sebagai berikut:
1. Apakah nulisbuku.com adalah penerbit?
Nulisbuku.com BUKAN penerbit. Kami adalah mitra Anda atau para penulis lainnya untuk menjadi penerbit sendiri (Self Publishing). Dengan demikian sebenarnya yang menjadi penerbit adalah si penulis itu sendiri, dan tentunyapenulis juga masih memiliki hak cipta atas karyanya, dan tentu saja penulis boleh menawarkan karyanya ke pihak lain/ ke penerbit lain dengan bebas.
2. Apa artinya selfpublishing?
Selfpublishing, dikenal juga sebagai Penerbitan Mandiri, adalah salah satu cara menerbitkan buku oleh penulis tanpa bantuan penerbit mayor (Major Publisher), artinya penulis juga merangkap tugas sebagai penerbit yang bertanggung jawab penuh atas keseluruhan proses penerbitan bukunya, dari mulai menulis naskah, desain sampul buku dan lay-out naskah, menentukan harga buku, distribusi sampai dengan memasarkan buku.
Jika penulis tidak dapat membuat desain sendiri untuk cover dan lay-out isi naskahnya, kebanyakan mereka menggunakan jasa desain dari orang lain. (Nulisbuku.com menyediakan jasa berbayar untuk desain cover dan lay-out isi buku, info lengkap kirim email ke admin@nulisbuku.com)
3. Apakah artinya Self Publishing – Print On Demand?
Print On demand adalah sistem yang digunakan oleh nulisbuku.com, artinya kami mencetak buku hanya berdasarkan pesanan saja. Jadi kami tidak mempunyai stok di gudang karena kami hanya mencetak sejumlah pesanan saja. Karena itu dalam setiap pesanan kami membutuhkan beberapa hari untuk proses cetak, post-press dan pengiriman, rata-rata waktu yang kami butuhkan untuk proses tersebut adalah 10 hari kerja (kecuali Sabtu-Minggu, dan hari libur tidak termasuk)
Di atas hanyalah beberapa FAQ dari nulisbuku.com yang dapat diakses langsung pada di halaman ini.
Dah ada gambaran?
Keuntungan Ikut Self Publishing dalam Penjualan Buku
Nah terus apa keuntungan dari ikutan self publishing dalam hal penjualan bukunya?
Penulis tetap mendapat royalty dari setiap buku yang diterbitkan. Besarannya ditentukan oleh penulis sendiri.
Kalau misalnya jasa seperti nulisbuku dapat apa dong? Mereka mendapatkan bagian dari penjualan tetap. Ada administrasi – tapi tidak sebesar penerbit buku besar lainnya.
Mungkinkah Buku Self-Publishing Menjadi Best Seller?
Mungkinkah jadi best seller? Saya mencoba mencari di mesin pencari untuk data ini. Dan di US sana, ternyata banyak yang sudah menjadi best seller walaupun self-published. Seperti yang di bawah ini (diambil dari Wikipedia).
- Laurence Sterne’s Tristram Shandy (1759–67) was self-published.
- Between the Acts is the final novel by Virginia Woolf which was self-published by her Hogarth Press.
- Ezra Pound’s A Lume Spento was sold by him for six pence each. John Ruskin at the age of 11 sold a book of poetry he self-published with his father.
- Other authors who self-published include Marcel Proust, Martin Luther, Walt Whitman, Emily Dickinson, Nathaniel Hawthorne, Jane Austen, and Derek Walcott.
Dapat juga lihat siapa saja yang berhasil menggapai best seller dengan penerbit independen di sini dan di sini.
Nulis Buku Bisa Jadi Opsi
Dan untuk di Indonesia, nulisbuku.com cukup aktif mengajak para penulis menerbitkan bukunya. Salah satunya dengan project-project yang dibuatnya (tulisan saya juga pernah dimasukkan dalam buku di nulisbuku ini loh… )
Dan salah satu project yang diselenggarakannya kini beredar di toko buku di seluruh Indonesia, ini juga bukti kesuksesan dari self publishing. Ini adalah project yang saya maksudkan.
Ok… dah cukup panjang ya pengenalan tentang self publishing ini. Saya stop dulu sampai sini ya tulisan perkenalannya kali ini. Tapi masih ada lanjutannya nih.
Untuk tulisan berikutnya saya akan menampilkan wawancara saya dengan Bang Rifki “Jampang” dan Mba Rini Bee yang sudah menerbitkan buku menggunakan self publishing (belum publish nihhh).
Untuk buku Mba Rini, Sebuah Perjalanan Hati, pernah saya review di sini.
Blogger Menerbitkan Buku?
Bisa kokkk… sangat bisa malah. Salah satu cara monetizing blog yang bisa kita lakukan sebagai blogger ya dengan menerbitkan buku, seperti Mbak Carolina Ratri lewat buku Blogging, Have Fun and Get The Money (ini bukan self publishing ya).
Kalau memang mau monetizing dengan menerbitkan buku lewat self publishing, blogger sebenarnya punya banyak peluang besar. Apakah dirimu salah satunya?
We absolutely love your blog and find nearly all of your post’s
to be what precisely I’m looking for. can you offer guest writers to write content available for you?
I wouldn’t mind creating a post or elaborating on a few of the subjects you write concerning
here. Again, awesome web log!
menarik…
tapi aku ga bakalan bisa ikutan
kata orang tulisanku semuanya sara dan saru…
hiks..
Hahaha. Loh kan banyak jg yang saru tp jd buku. Selama gak sara.
dengan semakin majunya tehnologi maka semakin banyak indie publishing yang ada
itu artinya memudahkan bagi mreka yang ingin menerbitkan buku bukunya
khususnya bagi para penulis pemula yang masih malu malu maka sp ini bisa jadi pilihan.. 🙂
Betul sekali.
Jadi kapan bukumu terbit?
aku??nerbitin buku??
ha ha..buku apa?akukan bukan penulis,lihatlah tulisan dihutan layak buat dibikin buku?
jangan ngeledek aaah.. 🙂
gak ngeledek kok. kan semua orang bisa jadi penulis. 😀
itu kan tujuan dari SP.
*nelen ludah*
*pengen juga*
Kayaknya seru…
ayo bikin buku.
*lagi bikin naskah*
*ngetik*
*ngetik*
Horayyy
wah..inspiratif banget.. Suatu hari pengen juga nih..
ayo mba… bikin buku.
Wah menarik ini mas.
Mungkin adekku yang punya minat di komik tertarik tentang hal ini. Soalnya dia juga punya keinginan untuk nerbitin komik. 🙂 info yg bagus sekali.
cool.
keren tuh kalau ada komik di NB. 😀
kabar2i ya kalau jadi bikin.
self publishing bisa jadi alternatif kalau memang karyanya idealis.. kadang setiap penerbit mayor kan punya standar sendiri2 dan selera pasar tetap jadi penentu..
Ayo Ryan nerbitin bukunyaa 😀
Nah… bagi yang ingin menerbitkan dan belum bisa lewat penerbit major bisa manfaatkan ya mba.
Buku apa ya mba? Masih bingung juga euy
sdh banyak juga ya yg nerbitin buku, kamu jg khan bro ?
belum mba. belum…
jadi, kaka dah nerbitin buku ya….
gimana kabar buku ryan?
belum nerbitin.
kamu jadi mau buku apa Yish?
mas Ryan udah self publishing juga ? apa nie bukunya?
belum mas. 🙂
btw mas… kok saya error mulu ya komen di blog mas. isinya: ERROR: harus isi yak
pernah sih mas kepikiran buat nerbitin buku..cuma kalo bisa ke penerbit dl..kalo dah gak laku baru self publishing hehe
mantap…
ayo.. ditunggu bukunya mas. *titip jadi pembeli #1 deh*
tertarik sih.. tapi jualan sendiri itu berat.. gak bakat marketing.
jualan lewat blog, twitter, instagram, facebook – cukup pasang banner aja
atau mau saya bantu jualannya dengan fee? hehehehe
kalau misalnya mau bikin buku, buku apa yang ada dalam benakmu bro?
lagi nggarap novel feminist, macam RDK-nya Ahmad Tohari 🙂
wow…
ayo semangat…. moga segera selesai dan terbit….
suwun, ini proyek jangka panjang kok.. gak kesusu.. heheheh
Hehehe. Tetep ditunggu ya kabar baiknya
Terima kasih Ryan, makin banyak pilihan ya self publishing maupun gandengan dengan penerbit mayor. Ikutan menunggu buku karya Ryan ah, tulisan2 pengembangan dirinya oke banget. Selamat berkarya
hahahaha. masih menunggu mba. mengumpulkan naskah yang lebih wokeh. 😀
Menariiik 🙂 Apa naskahku diterbitin sendiri aja ya? hehehe
ayo… pilihannya di tangan sendiri.
tapi kalau ikut SP ini harus siap promosi yang gencar.
sy pernah ngirim naskah ke nulisbuku, tapi gak jadi dicetak, karena ada sesuatu hal. tapi beberapa kali pake jasa POD saja, udah cukup untuk membayar lelah
o ya?
tidak jadi cetaknya karena permintaan sendiri mas?
kalau pengen punya buku sendiri jadi lebih gampang ya
iya…
jadi buku apa yang mau dibuat?
udah sering denger nama nulibuku.com tentang infonya baru baca ini
mau nerbitin buku juga? good luck 🙂
hahahaha. gak tahu juga bunda soal bukunya. 😀
uhuy,….. saya duluan tahu nih kalau soal ini 😀
udah dari awal tahun lalu.
Pengen bikin kumcer… tapi nggak PD bikin sendiri….
kira2 ada yang mau kolaborasi nggak ya… hahaha
kalau kenal NB dah lama Zie – dulu ikutan project2 awalnya kok yang e-Love Story itu.
ayo… kumcer seperti apa yang kamu mau bikin? soal kolaborasi, pasti banyak tuh yang mau. saya bantu kenal2in para penulis fiksi keren deh nanti.
xixixi…. saya seneng nulis yang “sadis”,mas :p
uhuy. beneran nih dikenalin?
Ntar dikenalin ma mba Rini Bee.
Eh… sadis gimana nih.
Trims infonya… jadi penegn juga ih 🙂
ayo… segera siapkan naskahnya. 😀
Self Publishing bisa juga jadi best seller karena promosinya tergantung yg punya buku, klo promosinya bagus laris deh 😀 . Self Publishing begini sih bagus lebih banyak untungnya buat penulis, klo pakai penerbit terkennal bisa 50% buat penerbitnya 😀 .
betul mba. kalau benar menjalankannya (promosi terutama) bisa sukses ya dan lebih menguntungkan.
Buat penentuan harga buku kita bisa konsultasi ga tuh?
ada contoh hitungannya kok Rip di FAQ-nya.
Tapi bingung mau bikin buku apa nih.
Foto? Kumcer? Kumpus?
Tulisan Mas Ryan yg tentang apa Mas?
wah dah jadi penulis buku nih yeeee
hahahahaa
hahahaha. belum. hanya ikutan lomba jadi masuk deh. kan semua yang mengirimkan dijadikan buku kumpulan.
kemarin itu tentang e-love story saya di buku ke-20
Kapan ya….. 🙂
Terima kasih perkenalannya Mas…
oiya, itu ada yang Dear Mama juga kanMas. 🙂
iya Dear Mama tapi gak tahu kalau sudah sampai ke toko buku juga apa gak.
sama-sama mas.
Ayo kapan?
Eh gratis itu maksudnya gmn ya? Biaya cetak bukunya gimana ituh??
Untuk lengkapnya sih ada di FAQ di webnya mba. Saya hanya cantumkan 9 point itu saja. Termasuk di dalamnya ada perhitungan biayanya kok.
ijin share yoo mas 🙂
Monggo. Sangat diijinkan share selama tidak lupa sebut source
iyoo mas.. monggo di check tab mention twitter nya. hehe 🙂
Oke deh. Makasih ya.
Mau info lbh lanjut jg bisa mention @nulisbuku
Lebih simple, dan mudah…..
http://potretbikers.wordpress.com/2013/08/01/just-info-harga-ducati-di-surabaya/
thank you bro. 😀
bro, di setiap comment km masukkan link ya? banyak yang protes gak?
Sorry, mas…kalau dikalangan Blogger Otomotif udah biasa (istilahnya nitip jemuran gitu), hehehe….maaf kalau mengganggu, silahkan DEL saja gpp… 😀
*Makanya diKolom komentar saya, ada kata-katanya: Silahkan nitip jemuran juga boleh, heheh 😆
ooo itu maksudnya…
gpp kok. santai aja mas. cuma penasaran aja. kalau yang lain pada gimana pendapatnya.
Kalau yang lain, belum ada masukan, hehehe 😀
ooo gitu.
kabar2i kalau ada masukan. di saya sih welcome kok. dan nanti saya post link gpp dong di kamu.
Ok, siap mas….
Silahkan,mas. ndak ada apa-apa, kan malah sudah saya silahkan (Nitip jemuran juga boleh) 😀
Hayuklah kita terbitin bersama. Nerbitin apa ya. Hmmm….!
buku fotografi…
foto2nya dari hasil jalan2mu bro. 😀
saya??? kasih keterangan aja dikit. 😛
Hihiiihih! Hmmmm…!
ayo… cepat kirim…
pengen nerbitin buku ya?
hahahaha…. kok bisa ke sana mba?
jadi semacam indie gitu ya?
iya mas.
tapi self publishing juga bisa diartikan bahwa kita benar-benar mencetaknya sendiri ke percetakan.
Mantaap… TFS Mas. menanti ppostingan wawancara dengan Bang Jampangnya nih 🙂
makasih mba…
ditunggu ya… 😀 dalam minggu depan.
wah…. ada yang penasaran nih 😀
hahaha… iya tuh mas. penggemar
soalnya kalau teman2 di multiply dulu pasti udah tahu. saya gencar promonya di sana. setiap bikin cerita saya selipin iklan…. bikin gombalan juga gitu… 😀
hahahaha.
tetap ya mas. iklan tersembunyi. 😀
Hehehe.. iya dong